Momentum Militer Indonesia Menuju 5 Besar Dunia

Gambar parade militer
Pelan tapi pasti Kekuatan militer Indonesia terus meningkat dan semakin kuat dari tahun ke tahun. Ini dibuktikan dengan meningkatnya anggaran pertahanan RI yang dari tahun ke tahun semakin meningkat tajam sehingga membuat TNI memiliki cukup dana untuk membeli Alutsista canggih terbaik.

Ulang tahun TNI ke- 70 yang kemarin barru saja dilaksanakan menjadi momentum tepat untuk mengembalikan semangat membangun Militer yang kuat.

Semangat Ultah TNI ke-70 harus direfleksikan untuk memperbaiki kekuatan pertahanan Indonesia. Lembaga pemeringkat kekuatan militer dunia Global Fire Power Military pada tahun 2015 ini menempatkan Indonesia berada pada urutan ke-12 dengan Power Index 0.5231.

Baca Peringkat Kekuatan Militer Indonesia Di Dunia

TNI, Pemerintah dan Rakyat harus bahu membahu menjadikan pertahanan Indonesia menjadi kuat, Indonesia harus meningkatkan power index-nya. Ia berharap pada 2016 power index Indonesia bisa masuk 10 besar kekuatan militer dunia dan pada 2024 Militer Indonesia bisa masuk lima besar dunia.

Untuk mencapai itu perlu peningkatan SDM, alutsista, dan anggaran. Personel tentara saat ini berjumlah 400 ribuan dan mereka memiliki kemampuan tempur cukup baik.

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mengatakan tahun depan anggaran kementerian yang dipimpinnya mencapai Rp120 triliun. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anggaran tahun ini yang hanya mencapai Rp400 miliar.

“Dari anggaran yang disediakan, 40% di antaranya digunakan untuk belanja pegawai, sedangkan 60% sisanya untuk pengadaan alutsista dan pembiayaan program pemerintah,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/7/2015).

Ryamizard menuturkan saat ini Kementerian Pertahanan tidak dapat membatalkan hibah alutsista dari negara lain.

Pasalnya, pemerintah telah membayar biaya angkut dan perawatan alutsista tersebut untuk digunakan di dalam negeri.

Menurutnya, Indonesia masih memerlukan banyak alutsista untuk menjaga pertahanan nasional. Untuk pesawat tempur saja, dibutuhkan setidaknya satu skuadron agar mampu mengawasi seluruh wilayah udara Indonesia.

“Pesawat dengan usia di atas 30 tahun kan memang harus diganti, kalau kapal usia 30-40 tahun masih bisa digunakan. Kemudian tank kan mesinnya baru,” ujar dia.

Ryamizard menambahkan pemerintah akan mengubah kebijakannya dalam pembelian alutsista. Mulai kini, pemerintah akan membeli alutsista baru, sehingga hanya dapat membeli alutsista dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Presiden Joko Widodo juga member sinyal untuk menambah anggaran pembelian dan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) sebesar Rp 120 triliun. Pemerintah memutuskan untuk tidak lagi menerima hibah alutsista dan memilih membeli alutsista baru.

Anggaran pertahanan Indonesia akan meningkat sebesar 17 persen pada 2015, dari Rp 83,3 triliun ($ 6,3 miliar) menjadi Rp 97.4 triliun ($ 7,4 miliar) dan diharapkan tumbuh 14 persen per tahun hingga akhir dekade (pertumbuhan tahunan rata-rata). IHS Aerospace, Defence & Security memperkirakan pengeluaran Pertahanan Indonesia akan melewati Rp 180 triliun ($ 14,3 miliar) per tahun pada tahun 2020.

Diprediksi jika peningkatan ini terus terjadi setiap tahunnya maka pada 2024 Kekuatan militer Indonesia berada di 5 besar dunia. ANR/PM.

Label: