2030 Militer Indonesia Jadi Yang Terkuat Di Dunia Mengalahkan Amerika, Cina dan Rusia

Mengukur kekuatan Militer Indonesia di tahun 2030 yang akan jadi salah satu yang terkuat di dunia

Jangan pernah anggap remeh kekuatan militer Indonesia. Semenjak reformasi di tubuh TNI digulirkan, pemerintah bersama TNI terus menggenjot kekuatan militernya untuk bisa menjadi yang terkuat di dunia.
Jika saat ini GlobalFirePower menempatkan kekuatan militer indonesia berada di urutan 12 dunia, itu bukanlah hal yang luar biasa. Negara besar seperti Indonesia yang dianugerahi kekayaan alam yang melimpah sudah seharusnya militer indonesia mampu menjadi yang terkuat di dunia.

Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan merupakan negara non blok menempatkan posisi Indonesia sangat strategis di kancah dunia. Sudah waktunya Indonesia memiliki militer yang kuat untuk menjaga perdamaian dunia seperti yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Indonesia harus milihat Cina yang menjadi salah satu negara adidaya militer saat ini, Negara Tirai bambu ini menempati urutan ke-3 besar dunia. Ini terjadi setelah pertumbuhan ekonomi yang menganggumkan. Melihat fakta bahwa negara-negara adidaya lain juga berulangkali memaksakan kepentingannya lewat kekuatan militer. Amerika Serikat sudah pasti, sementara Rusia baru-baru ini menunjukkannya lewat konflik di Ukraina. Negara-negara adidaya seakan berlomba menunjukkan kekuatan militernya dengan membabi buta menindas negara-negara dengan kekuatan militer lemah seperti Irak, Palestina, Suriah, Afganistan. Mereka berdalih memerangi terorisme dan menjaga perdamaian dunia, padahal kenyataanya yang terjadi adalah perang kepentingan dan berebut pengaruh. Apalagi kalau bukan minyak timur tengah yang melimpah yang jadi incaran.

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang dibekali dengan kekayaan alam yang melimpah baik didarat dan laut. Tanah yang subur dan hutan yang luas, kekayaan laut yang melimpah dengan banyak menyimpan cadangan minyak bumi didalamnya. Limpahan kekayaan alam ini merupakan anugerah dari Tuhan YME. Yang harus kita rawat dan jaga serta dikelola sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
Indonesia harus sadar dengan limpahan kekayaan alam ini disisi lain sebagai berkah, namun disisi lainya dapat menjadi ancaman buat rakyat Indonesia jika lengah. Banyak negara-negara di dunia ini yang iri dengan Indonesia. Ratusan tahun Indonesia telah dijajah bangsa asing, ini harus menjadi pelajaran buat negeri ini untuk terus menjaga kedaulatannya.  Jangan sampai lengah, jika tidak segera pasang badan dan menggenjot kekuatan militernya yang setara dengan negara-negara adidaya, bukan tidak mungkin jika suatu saat nanti negara seperti Amerika dan NATO-nya menyerang Indonesia untuk menguasai kekayaan alam ini. Bukan tidak mungkin Cina yang sudah mulai berulah akan membuat kekacauan dengan RI.

Kita lihat saja, Cina yang di era 60an bukanlah tandingan Indonesia kini menjadai salah satu yang terkuat di dunia. Negara seperti India, Iran, Vietnam, Filipina, Singapore, Malaysia, Duo Korea sudah menunjukkan keperkasaanya.

Memang Indonesia saat ini merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan militer terkuat bahkan kekuatan militer Indonesia mengalahkan Australia dan Iran. Kekuatan militer Indonesia berada diatas kedua negara tersebut, Namun jangan lantas besar kepala dan membanggakan diri, saat ini kekuatan militer Indonesia masih dibawah standart jika dilihat dari jumlah Alutsista dan persenjataan dibanding kedua negara tersebut. Diukur dari luas wilayah Indonesia meliputi laut darat dan udara tentu apa yang dimiliki Militer Indonesia saat ini masih kurang mencukupi. Indonesia jelas masih banyak tertinggal dari negara-negara tetangga untuk urusan kebutuhan Militer.

Baca [ Momentum Militer Indonesia Jadi 5 Besar Dunia ]

Tengok saja Singapura yang merupakan negara kecil yang wilayahnya saja hanya seukuran pulau Bali memiliki kekuatan udara terkuat di Asia Tenggara. Malaysia yang dulu kita anggap anak kecil begitu digertak terus mewek kini sudah mulai berani berulah dengan kita.

Lihat juga kekuatan militer Iran telah mampu untuk menciptakan Rudal dan teknologi nuklir. Kemampuan rudalnya telah mampu menjangkau belahan dunia lain. Sampai sekarang AS masih belum berani menyerang Iran, terlepas apakah itu sekanario dari AS dan Iran.

Australia bisa dikatakan selalu dilengkapi dengan teknologi militer tercanggih yang dibeli dari AS. Australia saat ini sedang melakukan pengembangan Jepang untuk menciptakan kapal selam tercanggih. Kapal selam yang di ciptakan ini akan menjadi kapal selam masa depan Australia.

Namun Indonesia tetaplah kuat, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara super power. Kita rakyat harus yakin akan kekuatan militer kita terutama kemampuan (Skill) para prajurit yang diatas dari negara lain. Itu sudah terbukti dan diakui. Indonesia banyak memiliki pasukan elit yang tangguh dan susah ditandingi, seperti halnya Kopassus yang kehebatannya sudah dterbukti dan menempati urutan 3 pasukan elite terbaik di dunia.

Baca juga [10 Bukti Kehebatan Dan Prestasi Kopassus Yang Membuat Negara Lain Ngeri ]

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu selaku Menteri Pertahanan (Menhan) RI menyampaikan pendapatnya untuk menjawab persoalan ini. Beliau mengatakan bahwa kepemilikan banyak Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) bukan menjadi satu-satunya tolak ukur kekuatan militer suatu negara. Yang menjadi tolak ukur terhadap kekuatan militer suatu negara adalah sumber daya manusianya (SDM). Oleh karena itu penting untuk melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Dengan adanya peningkatan sumber daya makan “man behind the gun” menjadi lebih profesional dan memiliki kemampuan lebih baik.

Hasil riset GlobalFirePower menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan militer yang tangguh dengan posisi ke 12 mengalahkan Iran dan Australia. Indonesia memiliki pasukan elit dan telah menunjukan kebolehannya dengan memperoleh banyak mendali emas dalam berbagai ajang termasuk ajang menembak. Hebatnya militer Indonesia senjata yang nyaris buatan dalam negeri. Dengan keberhasilan ini militer Indonesia menunjukan bahwa Indonesia tidak kalah dari negara lain ditambah kemampuan dari skill individu dari pasukan elit Indonesia dalam menggunakan senjata buatan
Indonesia.

Prestasi TNI Di Pentas Kejuaraan Pasukan Elit Dunia

Dalam ajang lomba nembak tahunan dan Kejuaraan Kemampuan Skill Strategi Serang Pasukan tingkat internasional dengan menyabet juara umum, Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015.

Kejuaraan yang berlangsung sejak 20-23 Mei di Puckapunyal, Victoria, Australia ini diikuti 17 tim dari 15 negara memperebutkan 50 medali emas.

"Lomba tembak ini merupakan event tahunan yang diadakan oleh Angkatan Darat Australia, dalam rangka memperebutkan piala KSAD sana (Australia)," ujar Pangkostrad Letjen Mulyono di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (25/5/2015).

Hasilnya, kontingen Indonesia berhasil menyabet 30 medali emas; 16 perak dan 10 perunggu, mengalahkan kontingen lainnya dari negara-negara maju yang selama ini dikenal memiliki persenjataan canggih seperti, Amerika Serikat (AS) yang hanya mendapatkan, empat medali emas, Inggris dengan tiga medali emas, kemudian Australia hanya memperoleh lima medali emas.

Sedangkan, Jepang, Brunai Darussalam, Filiphina dan Newzealand, serta Singapore masing-masing mendapatkan satu medali emas. Sementara, Kanada Malaysia, Timor Leste, Tonga dan Papua New Gunea (PNG) tidak berhasil membawa pulang medali emas.

"Tim penembak kita berhasil meraih hasil yang sangat-sangat spektakuler. Rasa bangga juga bahwa prestasi yang diperoleh tim kita pada 2015, merupakan pretasi ke delapan secara berturut-turut," katanya.

TNI AD sudah 12 kali mengikuti event kejuaraan nembak AASAM sejak 1991 silam. Namun, sejak 2008 hingga kini tim penembak TNI AD berhasil mengukir prestasi sebagai juara umum. "Inilah prestasi yang sangat membanggakan bahkan bisa mengalahkan negara-negara maju. Artinya, dari Sumber Daya Manusia (SDM) kita tidak kalah,"

Baca juga [ Daftar Pasukan Khusus Terbaik Yang Dimiliki Indonesia ]

Apapun hebatnya Indonesia, seberapapun kuatnya militer kita yang pasti kita harus tetap rendah hati dan menjaga perdamaian yang memang sejalan dengan Pancasila dan Amanat UUD45 serta budaya leluhur.

Label: