Indonesia Akan Borong 18 Sukhoi SU-35 Dan Kapal Selam Dari Rusia

Militer Indonesia terus menggenjot kekuatannya dengan memodernisasi Alutsista, termasuk membeli jet tempur canggih dan beberapa kapal selam untuk mengawal kedaulatan Republik ini. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Indonesia akan memborong 18 Jet tempur Sukhoi SU 35 dan beberapa kapal selam canggih dari Rusia.

Kabar bahwa pembelian 18 Sukhoi Su-35 dan kapal selam oleh Indonesia ini dating dari pihak Rusia. Kita tahu bahwa sebelumnya TNI AU juga telah menerima pesawat tempur Sukhoi Su-27 yang sudah digunakan TNI AU untuk mengamankan wilayah Udara RI. Dan kabarnya RI Kepincut kehebatan jet dari Rusia itu dan akan kembali membeli jet yang lebih canggih lagi yaitu Su-35.

Diberitakan Merdeka.com bahwa Perusahaan teknologi rekanan Sukhoi, Rostec, menyebutkan Indonesia sangat yakin dengan kemampuan teknologi yang dimiliki pesawat tempur Sukhoi Su-35. Jika sebelumnya telah memesan 10 unit, Indonesia disebutkan akan menambah jumlah pembeliannya menjadi 18 unit.

Keyakinan itu diungkapkan oleh perusahaan teknologi rekanan Sukhoi, Rostec. Disebutkan pula, Indonesia dan Rusia segera meneken kontrak pembelian Su-35 Flanker dalam waktu dekat.


Gambar kehebatan pesawat jet tempur Sukhoi Su-35 Milik Indonesia dibeli dari Rusia

"Secara prinsip, keputusan sudah dibuat, kami menantikan dimulainya pembicaraan," ungkap Kepala Departemen Kerja Sama Internasional Rostec, Viktor Kladov, dalam wawancaranya dengan RIA Novosti, Jumat (22/4).

Kladov yakin, Indonesia berminat untuk menambah daftar belanja Sukhoi menjadi 18 unit. Pihaknya tengah menunggu kehadiran Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu untuk melakukan pembicaraan terkait pembelian itu.

"Kami sangat menantikan kedatangan Menteri Pertahanan Indonesia ke Moskow untuk menghadiri Konferensi Pertahanan Internasional. Kami akan melakukan pertemuan di sela konferensi, kami telah membuat progres yang nyata," tuturnya.

Tak hanya Su-35, Indonesia juga akan membicarakan mengenai pembelian kapal selam diesel-elektronik buatan Rusia terbaru, yakni Project 636 Varshavyanka. Kapal selam tersebut merupakan peningkatan dari kelas Kilo yang mengusung teknologi siluman, penambahan jarak tembak dan kemampuan penembakan target di darat, udara dan bawah air.

"Konsultasi pendahuluan akan dimulai. Indonesia memiliki ketertarikan besar terhadap kerja sama pengembangan teknologi dengan Rusia dan kami siap bekerjasama di tiga area, darat, udara dan laur. Kami telah menyiapkan beberapa pertemuan, termasuk yang ini (Proyek 636)," lanjutnya.

Tahun ini, Armada Laut Hitam Rusia bakal diperkuat enam kapal selam Project 636 kelas Varshavyanka.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen Djundan Eko Bintoro menyatakan belum ada kesepakatan pembelian Su-35 antara Indonesia dan Rusia. Apalagi, pembelian tersebut masuk dalam rencana strategis (renstra) agar TNI memiliki kekuatan minimum sampai 2019 mendatang.

"Memang dalam renstra 2, pengganti F-5 dialokasikan untuk diganti, untuk pengadaan kita gunakan Su-35," ungkapnya.

Menurutnya, masih ada beberapa hal yang belum disepakati dalam kontrak perjanjian, salah satunya skema pembayaran.

"Untuk detailnya saya belum bisa beritahu, karena itu sensitif," ucapnya.

Baca juga [ Misteri Kapal Selam Indonesia Yang Menghebohkan Barat ]

Seperti diketahui, Menhan Ryamizard mengonfirmasikan keinginan Indonesia untuk mendatangkan 10 unit jet tempur Su-35. Pernyataan itu sekaligus memupus upaya industri pesawat terbang Eropa dan Amerika Serikat merayu Indonesia membeli produk-produk mereka.

Jika benar pembelian ini terjadi, maka Indonesia tentu akan kembali menjadi perbincangan dunia dan masuk kedalam jajaran Negara dengan militer terkuat di Dunia.

Label: