Militer Indonesia Siap Kirim 3 Pasukan Elite TNI Ke Filipina Untuk Bebaskan WNI Yang Disandera Abu Sayyaf

Tragedi penyanderaan WNI oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina menjadi perhatian serius dari Pemerintah Indonesia. Sampai informasi ini dimuat (21/4/2016) belum ada kejelasan tentang nasib 10 WNI yang disandera.

Militer Indonesia dalam hal ini TNI telah siap mengirimkan pasukan elite terbaik ke Filipina untuk membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf. 

Sampai saat ini Militer Filipina terus dikerahkan guna menjalankan operasi pembebasan sandera. Namun sudah beberapa minggu belum juga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia telah meminta ijin ke Filipina untuk menerjunkan pasukan guna pembebasan sandera, Namun itu ditolak oleh pihak Filipina dengan alasan tidak ada aturan yang membolehkan militer asing masuk ke wilayah Filipina.

Gambar pasukan PPRC pemukul reaksi cepat dan pasukan elite pembebasan sandera TNI
Namun upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk dapat mengirimkan pasukan pembebasan sandera ke Filipina. Bahkan TNI telah menyiapkan 3 pasukan elite khusus dengan kemampuan yang sangat tangguh untuk melakukan pembebasan sewaktu-waktu dibutuhkan. Pasukan ini diberi nama PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat).

Setidaknya tiga pasukan elite yang diterjunkan untuk membebaskan para sandera. Mereka merupakan pasukan terbaik dengan anggota yang benar-benar memiliki kemampuan khusus dan terbaik dari yang terbaik. Pasukan elit yang telah disiapkan yaitu dari Sat-81/Gultor, sebuah kesatuan kecil di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kemudian Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang bergerak untuk membawa WNI dari tangan Abu Sayyaf ke lokasi aman, serta Pasukan Khusus Gabungan, yang merupakan gabungan dari 3 satuan elite TNI.

Untuk melihat kemampuan dan kehebatan pasukan elit TNI ini, Silahkan baca [ Daftar Pasukan Khusus Terbaik Yang Dimiliki Indonesia ]

Selain pasukan elite, TNI juga menyiapkan beberapa ALUTSISTA canggih seperti Kapal Perang, Helikopter, dan pesawat tempur.

Namun, meski telah menyiapkan pasukan elite untuk menyerbu, namun Indonesia memilih negosiasi terlebih dahulu. Sedangkan pasukan tersebut tetap bersiaga setiap saat jika dibutuhkan dalam operasi pembebasan sandera.

Sampai saat ini Pihak Indonesia terus memantai dan mengupayakan upaya pembebasan sandera dan terus melobi pihak Filipina agar TNI diijinkan mengirim PPRC untuk membebaskan sandera.

Label: