Korut (DPRK) Unjuk Kekuatan Militer Dan Tantang Amerika

Korut menyatakan tidak takut atau gentar atas ancaman Amerika Serikat dan bahkan Korut balik menantang Amerika untuk perang.

Korea Utara (DPRK) Memamerkan kekuatan Militernya dalam perayaan Hari Matahari dengan melakukan parade militer secara besarbesaran. Beberapa senjata andalan termasuk rudal dipamerkan dalam parade tersebut. Ini secara tidak langsung menjawab atas ancaman Amerika bahwa DPRK tak takut dan gentar sedikitpun atas ancaman itu.

Saat ini Amerika telah mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir ke Semenanjung Korea, sepertinya ini membuat Pemimpin Korut marah dan menuduh Amerika telah memulai ketegangan dengan mengajak perang.

Atas ini Korut balik merespon dengan memperingatkan Amerika Serikat untuk segera mengakhiri ‘histeria militer’ atau menghadapi pembalasan. Ancaman ini disampaikan setelah diketahui satu kapal induk bertenaga nuklir USA berlayar ke Semenanjung Korea di tengah perayaan “Hari Matahari” yang menandai peringatan hari kelahiran ke-105 pendiri Korea Utara, Kim Il Sung.

Parade militer Korut DPRK

Peringatan Korea Utara muncul setelah pemimpin Kim Jong-un mengikuti parada militer di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang. Dalam parade tersebut, Korea Utara memamerkan peluru kendali antarbenua terbarunya.
“Semua langkah provokatif ala perompak yang dipertunjukkan Amerika Serikat di medan politik, ekonomi dan militer yang ditujukan untuk kebijakan bermusuhan mereka kepada DPRK (Korea Utara) akan sepenuhnya digagalkan melalui aksi balasan terkeras dari tentara dan rakyat DPRK,” kata kantor berita KCNA mengutip juru bicara kepala staf angkatan bersenjata Korea Utara.

“Kontra-aksi terkeras kami melawan pasukan Amerika Serikat dan pengikutnya akan diambil tanpa ampun karena agresor tak boleh dibiarkan hidup,” sambung KCNA seperti dikutip Reuters.

KCNA menyatakan ‘histeria militer serius’ pemerintahan Trump telah mencapai ‘fase berbahaya yang sudah tidak bisa lagi dianggap sepi.’

jenis rudal nuklir korea utara yang dipamerkan

Dunia mendadak gamang setelah Angkatan Laut Amerika Serikat menembakkan rudal Tomahawk ke pangkalan udara Suriah pada pekan lalu, sebagai jawaban atas serangan gas kimia ke daerah pemberontak Suriah.

Langkah Amerika Serikat itu menimbulkan pertanyaan, apakah Presiden Donald Trump juga berencana menyerang Korea Utara yang sudah beberapa kali menggelar uji peluru kendali dan senjata nuklir dengan mengabaikan sanksi PBB.

Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa kesabarannya menghadapi Korea Utara sudah berakhir.
Tetapi ancaman Amerika ini sama sekali tidak digubris oleh Korut, Korut bersikeras bahwa pengembangan nuklirnya untuk menjaga keamanan negaranya dan Amerika tidak bias mencampuri urussan negaranya yang berdaulat.

Jika kedua belah pihak tidak bias menahan diri, sepertinya perang antara Korut dan Amerika akan segera terjadi, dan hal ini jelas akan memakan banyak korban jiwa dari kedua belaha pihak. Dan bahkan akan banyak masyarakat sipil nantinya yang berpotensi jadi korban khususnya rakyar dua Korea.

Sumber : Antaranews

Label: